Monday, September 26, 2016

Perokok Cerutu Dunia #2 : Zino Davidoff, "Kalau istrimu tidak suka bau cerutumu, ganti saja istrimu"

"Kalau istrimu tidak suka bau cerutumu, ganti saja istrimu"

Sadis memang terdengarnya, tetapi itulah yang dikatakan Zino Davidoff tentang cerutunya.

Nama Davidoff bukanlah sesuatu yang asing. Ini adalah brand cerutu mahal dan terkenal dari Swiss. Bukan hanya cerutu tetapi sekarang merek ini juga dipergunakan untuk berbagai perlengkapan lain yang berkaitan dengan mengisap cerutu.

Zino Davidoff adalah imigran kelahiran Ukraina. Keluarganya merupakan salah satu pedagang tembakau di Kiev, Rusia. Pada saat politik di Rusia memanas, keluarganya berimigrasi ke Swiss dan membuka toko tembakau disana.

Zino remaja melanglang buana ke Amerika Latin selama beberapa tahun. Ia mengunjungi Argentina dan Brasil, serta Kuba. Di negara terakhir ini ia tinggal selama dua tahun di perkebunan tembakau dan disinilah ia pertama kali berkenalan dengan cerutu Kuba.

Sekembalinya dari Amerika Latin, ia mengambil alih bisnis keluarganya. Selama Perang Dunia II bisnisnya berkembang karena sebagai negara netral Swiss tidak mengalami kerusakan separah negara lain di Eropa. Negara ini menjadi surga bagi penggemar cerutu mahal.

Bisnis Davidoff berkembang dengan pesat dan brandnya terkenal dengan cerutunya yang berkualitas tinggi meskipun mahal. Toko kecilnya di Jenewa pada akhirnya dijual ke perusahaan Max Oettinger di tahun 1970. Meskipun demikian, Zino tetap menjadi duta bagi brand Davidoff hingga meninggalnya di tahun 1994 pada usia 87 tahun.

Apakah Zino pernah mengganti istrinya? Ternyata tidak. Pada saat kematiannya, Zino meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Jadi berarti istrinya menyukai aroma cerutu yang dihisapnya? Bagaimana dengan istri Anda? Apakah Anda akan mengganti istri Anda kalau ia tidak menyukai aroma rokok yang Anda isap?

Saya sarankan jangan. Tetapi, kalau Anda mau ya, terserah saja.


Friday, September 23, 2016

Perokok Cerutu Dunia #1 : Mark Twain

"Kalau di surga tidak boleh merokok, saya tidak akan pergi kesana" - Mark Twain.
Itu yang dikatakan pria bernama asli Samuel Langhorne Clemens ini. Pernyataan yang menunjukkan betapa ia sangat menyukai merokok cerutu.

Mark Twain adalah nama penulisnya. Ia merupakan penulis terkenal pada zamannya dan bahkan hingga sekarang. Dua buah hasil karyanya yang mendunia, dan masih dibaca hingga hari ini adalah "The Adventures of Tom Sawyer (Petualangan Tom Sawyer)" dan The Adventures of Huckleberry Finn (Petualangan Huckleberry Finn". Kedua bukunya ini sudah dijadikan film yang sangat laris.

Mark Twain terkenal sebagai seorang perokok cerutu yang masuk kategori maniak. Dalam sehari ia mengisap paling sedikit 22 buah dan sering bisa mencapai 40 buah. Sebuah angka yang luar biasa karena ukuran cerutu jelas lebih besar dan padat dari rokok biasa.

Ia tidak memiliki cerutu favorit dan akan mengisap cerutu jenis apapun, kecuali Havana. Kebiasaannya ini sering dicela oleh teman-teman dan keluarganya mengingat jenis cerutu yang dihisap terkadang dikaitkan dengan status sosial seseorang.

Meskipun demikian, ia tetap pada kebiasaannya.

Sebuah cerita lucu terkait kebiasaannya ini. Bosan diceramahi oleh teman-temannya, suatu waktu ia mencuri cukup banyak cerutu dari merk terkenal dan berharga mahal. Kemudian ia melepaskan label mereknya dan memasukkannya dalam kotak cerutu yang biasa ia isap.

Lalu, Mark Twain mengundang teman darimana cerutu itu ia ambil beserta beberapa teman lainnya.

Setelah makan malam, Mark Twain menyuguhkan kepada yang hadir cerutu hasil curiannya (yang sudah tanpa label dan kotak yang berbeda). Setiap tamu mengambil satu.

Tidak berapa lama berselang, satu persatu tamu memohon izin untuk ruangan sebentar.

Keesokan harinya, Twain menemukan cerutu-cerutu yang diberikannya berserakan di halaman. Rupanya para tamunya membuang secara diam-diam saat mereka keluar sebentar tadi.

Yang membuat lucu adalah ucapan yang disampaikan oleh temannya, darimana cerutu-cerutu curian tersebut berasal, mengatakan kepada Twain :

"Kamu suatu hari akan ditembak orang karena menyuguhkan cerutu seperti itu" (Padahal cerutu tersebut berasal dari dirinya sendiri)

Mark Twain, atau Samuel Langhorne Clemens wafat pada usia 74 tahun. Ia lahir 30 November 1835 dan meninggal pada 21 April 1910.

Wednesday, September 21, 2016

Perokok Diusir Dari Kereta : Acungan Jempol Untuk PT KAI

Acungan jempol untuk PT KAI!

Berita yang dilansir oleh detik.com menyebutkan memberitakan bahwa seorang penumpang yang kedapatan merokok diturunkan di stasiun Waleri, Kendal, Jawa Tengah.

(Silakan baca beritanya di sini )

Yap. Saya dengan tulus hati dan senang mendengar apa yang dilakukan oleh mereka. Sangat senang. Meskipun saya (masih) seorang perokok, saya gembira membacanya.

Merokok memang merupakan hak dan rokok bukan merupakan barang terlarang di Indonesia. Jelas sekali.

Meskipun demikian, sama dengan yang lain, ada aturan hukumnya yang mengatur dimana hal tersebut boleh dan tidak boleh dilakukan Tidak bisa semua orang sembarangan merokok sesuai dengan kemauannya.

Ada banyak tempat dimana kegiatan tersebut harus dihentikan seperti Rumah Sakit dan "Kendaraan Umum". Aturannya jelas sekali.

Jadi, tindakan PT KAI mengusir perokok di kereta merupakan sebuah tindakan yang benar. Tindakan ini untuk menegakkan aturan yang ada dan harus diapresiasi. Sudah banyak contoh lemahnya penegakkan hukum di negara ini dan apa yang dilakukan PT KAI dalam kasus ini merupakan contoh yang sangat baik.

(Baca juga : 10 Tips Perokok Tahu Aturan)

Sudah seharusnya.

Perokok juga harus tahu aturan dan tidak bisa semena-mena. Yang diturunkan di stasiun Waleri sebenarnya bukan perokok, tetapi orang tidak tahu aturan.

Hanya ada satu yang membuat heran. Dalam berita tertulis bahwa penumpang tersebut berusaha minta pengembalian uang tiket dan ada penumpang yang membela sang perokok.

Geleng-geleng kepala melihat mentalitas seperti ini. Sudah melakukan kesalahan, tidak mau mengakuinya, merasa dirugikan dan dibela pula.

Bingung.

Tuesday, September 20, 2016

Mengenal Hookah atau Shisha atau Argilee


Hookah bukanlah seruan orang Indian Amerika seperti yang biasa dilihat pada film-film koboi di televisi. Kata ini merujuk pada sebuah benda yang menunjukkan bahwa kebiasaan mengisap asap tembakau itu sudah berlangsung jauh sebelum rokok yang kita kenal sekarang diproduksi.

Hookah, atau juga dikenal dengan Shisha, merupakan alat yang bentuknya seperti tabung tinggi langsing dengan satu atau beberapa selang terhubung dengannya. Di bagian atas sebuah hookah akan terdapat bagian untuk membakar tembakau. Proses kerjanya mirip dengan cangklong atau pipa dimana tembakau rajang yang sudah diproses diletakkan di bagian atas kemudian arang membara diletakkan di atasnya.

Asap tembakau yang dihasilkan akan melewati tabung sempit yang mengarah ke sebuah wadah air kecil sebelum kemudian dihisap melalui selang yang terhubung pada hookah.

Sebuah hookah bisa dipergunakan bersamaan oleh beberapa orang tergantung berapa banyak selang yang ada.

Sejarah hookah

Alat untuk mengisap tembakau ini sudah memiliki sejarah yang panjang.

Benda ini diduga diciptakan pada abad ke-16 di India atau awal abad ke-17 di Iran (Persia).

Pada awal diketemukannya hookah atau shisha biasanya menggunakan tembaga, tetapi dewasa ini penggunaan bahan stainless steel atau besi tanpa karat lebih umum.

Penggunaannya pada masa itu pun sering dikaitkan dengan prestise bagi seseorang. Biasanya mereka yang berasal dari golongan terpandang akan mengisap hookah.

Shisha

Shisha selain nama lain dari hookah sebenarnya juga merujuk pada hal benda lain yang berkaitan dengan hookah. Benda itu adalah tembakau rajang yang sudah direndam dalam madu. Tidak jarang tembakau tersebut juga dicampur dengan berbagai cita rasa lain, seperti apel, mint, dan berbagai rasa lainnya.

Shisha, tembakau rendam juga memiliki nama lain Mu'assel yang artinya "direndam madu".

Nama lain Hookah


Shisha adalah nama hookah di banyak negara Timur Tengah, seperti Mesir, Sudan, Qatar, dan negara lain di Semenanjung Arab.

Di Albania, hookah dikenal sebagai Lula atau Lulava

Argilee atau argileh atau argilah adalah istilah untuk benda yang sama di Lebanon, Palestina, Israel dan Uzbekistan.

Di Indonesia sendiri nama shisha lebih dikenal dibandingkan hookah.


Fungsi wadah air pada Hookah

Peran wadah air yang ada pada hookah tujuannya sama dengan filter pada rokok. Perannya adalah untuk menyaring asap hasil pembakaran shisha sebelum dihisap.

Dengan melewati air, asap yang dihisap oleh perokok diharapkan akan lebih dingin dan juga kandungan nikotinnya sudah berkurang setelah melewati air.


Meskipun demikian, ternyata hasil penelitian WHO, World Health Organization menunjukkan fakta bahwa air dalam hookah tidak bisa mengurangi bahaya mengisap shisha.

Bahkan, penelitian mereka menunjukkan bahwa mengisap hookah selama satu jam sama dengan mengisap 100 batang rokok. Meskipun kandungan bahan kimia yang terisap sama, seperti karbonmonoksida, nokel, dan arsenik, kadarnya lebih tinggi dibandingkan rokok biasa. Tarnya hampir mencapai 36 kali.

Sunday, September 18, 2016

Mampukah Foto Menjijikkan Pada Bungkus Rokok Mengurangi Jumlah Perokok?

Foto menjijikkan pada bungkus rokok memang akan membuat mual siapapun yang melihatnya. Bahkan, cukup banyak perokok yang merasa perutnya tidak enak setiap kali mereka melihatnya.

Memang, ini merupakan salah satu target yang ingin dicapai oleh departemen kesehatan, yaitu menimbulkan rasa tidak enak pada kaum pembeli rokok. Target akhirnya adalah bahwa mereka akhirnya akan menghentikan kebiasaan yang dianggap buruk tersebut, merokok.

Hanya pertanyaannya benarkah foto-foto menjijikkan nan tidak sedap dipandang mata pada bungkus rokok memberikan efek jera?

Sayangnya, ternyata justru tahun 2015 dan 2016, dua tahun setelah peraturan tentang pemasangan gambar menjijikkan pada bungkus rokok tersebut dikeluarkan, jumlah perokok Indonesia tetap bertambah. Alhasil, negara ini menempati peringkat ke-1 dunia dan mengalahkan Cina maupun Rusia.

Diperkirakan lebih dari 60 juta orang adalah perokok. Rekor lainnya adalah wanita perokok Indonesia merupakan yang terbanyak juga di dunia. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memprediksi hingga tahun 2025 jumlah perokok Indonesia bisa mencapai angka 90 juta orang.

Mengherankan bukan.

Mengapa hasil dari pemasangan gambar menjijikkan pada bungkus rokok tidak menghasilkan hasil seperti yang diharapkan? Padahal kalau berdasarkan pengalaman pribadi, banyak perokok yang mual melihat gambar tersebut.

Ada yang salah dengan kebijakan tersebut?

Kebiasaan orang Indonesia membuat efek foto menjijikkan pada bungkus rokok tidak maksimal

Bisakah kita palingkan mata sejenak di luar hal merokok di Indonesia. Tepatnya di jalan-jalan raya di seluruh Indonesia.

Pelanggaran lalu lintas berat banyak sekali terjadi, seperti berkendara melawan arah, bersepeda motor tanpa helm, pengendara di bawah umur dengan mudahnya berkeliaran, penumpang bergantungan di pintu metromini, dan masih banyak hal sejenis lainnya.

Apa kaitannya?

Berbagai pelanggaran lalu lintas itu sendiri merupakan hal-hal yang berbahaya. Tindakan-tindakan tersebut dapat memberikan efek yang mematikan, dan sudah banyak kejadian yang membuktikan hal tersebut. Ribuan nyawa melayang setiap tahunnya menjadi korban.

Apakah masyarakat Indonesia kapok dan berhenti melakukannya?

TIDAK. Sama sekali tidak. Justru pelanggaran-pelanggaran tersebut cenderung meningkat.

Padahal efek mematikan dari tindakan-tindakan berbahaya tersebut lebih cepat terjadinya. Seseorang bisa tiba-tiba kehilangan nyawa, luka berat, diamputasi karena hal-hal tersebut. Tetapi, contoh-contoh yang sudah ada tidak membuat orang jera. Mereka terus mengulanginya.


Lalu, apa bisa mengharapkan masyarakat yang sepertinya tidak takut kehilangan nyawa di keseharian untuk menjadi takut dan terpengaruh oleh foto menjijikkan pada bungkus rokok tersebut.

Mereka tahu apa yang ingin disampaikan, merokok itu berbahaya.

That's it.

Hanya, kalau dibandimgkan dengan kehilangan nyawa di jalan, jelas bahaya merokok terlihat tidak seberbahaya berkendara di jalan. Kalau di jalan saja, masyarakat Indonesia seperti mengabaikannya, lalu bagaimana bisa mereka gentar hanya karena foto-foto tersebut.

Apalagi, foto-foto tersebut mudah sekali untuk diabaikan.Cukup dengan memalingkan muka saat membuka bungkus rokok pun sudah selesai, tidak terlihat. Apalagi sering dibantu oleh keberadaan pita cukai yang menutupi sebagian foto tersebut.

Beres sudah.

Kalaupun memang tidak tahan, cukup membeli kotak rokok khusus dan memindahkan rokok dari bungkus bergambar ke tempat tersebut. Tidak ada lagi gambar memuakkan yang harus dilihat.

Oleh karena itu, bisa dikata sejak pemberlakuannya, sebenarnya foto menjijikkan pada bungkus rokok tidak efektif di masyarakat Indonesia. Masyarakat lebih takut pada kenaikan harga rokok dibandingkan dengan foto-foto tersebut.

Saturday, September 17, 2016

Untuk berhenti merokok butuh kemauan extra kuat


Terus terang membaca berbagai artikel tentang tips untuk berhenti merokok, saya kadang merasa geli sendiri. Bukan mengejek atau mencemooh tetapi banyak sekali tips tersebut seperti ditulis tidak berdasarkan pengalaman sendiri. Entah mungkin penulisnya menyadurnya dari tulisan orang lain atau berasal dari pemikiran seseorang yang tidak pernah merokok.

Terkadang naif dan tidak tepat sasaran.

Tidak tepat sasaran karena mereka hanya mempergunakan cara standar saja dengan "menakut-nakuti" para perokok tentang bahaya merokok. Mungkin karena mereka berpikir kalau data dan fakta diungkapkan, maka para perokok kemudian akan tunggang langgang meninggalkan kebiasaannya. Mungkin pula karena mereka mendasarkan tulisan mereka pada asumsi bahwa "perokok adalah orang bodoh".

Yang terakhir itu seharusnya tidak mereka lakukan karena mayoritas perokok tahu persis bahwa kegiatan yang mereka sukai itu mengandung berbagai resiko yang berbahaya. Meskipun demikian, mereka tetap melakukannya.

Bagi saya sendiri, yang masih menjadi seorang perokok hingga saat ini, asumsi-asumsi dasar yang dipakai untuk penulisan artikel tersebut sama sekali tidak mengena.

Pada dasarnya, hanya ada dua cara yang bisa membuat seorang perokok berhenti sama sekali, semuanya berinti pada satu dasar, KEMAUAN YANG KUAT.

Kemauan itu bisa ditumbuhkan dan dipaksakan, atau lahir dari diri sendiri.

Kemauan yang berasal dari pihak luar

Mirip dengan cara merehabilitasi pecandu narkoba, karena merokok juga merupakan kecanduan, harus ada "orang" atau "sesuatu" yang bisa menumbuhkan kesadaran. Mereka benar-benar harus dijauhkan dari rokok sama sekali dan tidak boleh bersentuhan dengan benda tersebut hingga kebiasaan merokoknya hilang sama sekali.

Dengan kata lain kebiasaan lama harus diganti dengan kebiasaan baru.

Untuk memiliki kompleks khusus untuk rehabilitasi kecanduan merokok, tentunya jauh lebih sulit. Jumlah perokok berlipat-lipat mereka yang kecanduan narkoba.

Penerapan tehnik untuk menghadirkan kemauan berhenti merokok pada seseorang bisa dilakukan secara personal dalam lingkup yang lebih kecil.

Keluarga dapat memainkan peran sebagai lembaga rehabilitasi kecanduan merokok. Misalkan istri atau anak atau suami bisa membuat peraturan bersama untuk menjadikan rumah sebagai KAWASAN BEBAS ROKOK. Dengan ini maka ruang sang perokok dipersempit, mereka harus bersusah-susah dulu kalau mau tetap merokok.

Pasangan sang perokok, istri/suami atau anak bisa melakukan tawar menawar atau negosiasi. Misalkan "Kalau papah berhenti merokok, boleh beli mobil baru" dan sejenisnya. Dengan sistem seperti ini, sang perokok mendapatkan sebuah motivasi untuk segera berhenti merokok.

Kreatifitas dari orang-orang di sekitar perokok akan sangat berperan dalam menaklukkan hati dan menimbulkan keinginan untuk menjauhi benda tersebut. Mereka harus mau mengerti dan menyesuaikan dengan karakter sang perokok.

Yang pasti, jangan berupa omelan atau sekedar nasehat tentang bahaya merokok. Penentangan dari sang perokok justru akan semakin keras kalau hal ini dilakukan.

Kemauan dari diri sang perokok

Ini yang paling baik. Kalau memang sudah ada kemauan dari diri sang perokok, maka biasanya mereka akan berjuang dengan berbagai cara. Mulai dari membuat jadwal baru, menggantikannya dengan permen, atau banyak hal lainnya.

Meskipun demikian, mereka harus tetap didampingi dan diingatkan tentang hal itu secara berkala. Godaan merokok ada dimana-mana dan tentunya harus disaingi dengan promosi kegiatan anti merokok.

Kombinasi dorongan dari dalam dan dari luar adalah yang terbaik untuk memastikan seseorang untuk berhenti merokok. Tidak ada cara yang cepat, ampuh, dan pasti seperti yang banyak ditulis. Sebuah hal yang menyesatkan sebenarnya kalau ada penulis yang menjanjikan bahwa sebuah trik bisa memastikan untuk menyetop kebiasaan merokok.

Butuh kesabaran, kesadaran, dan tentu saja kemauan extra kuat dari sang perokok dan orang-orang di sekitarnya.

Tuesday, September 13, 2016

Reaksi Perokok Kalau Dinasehati


Anda pernah mencoba untuk menasehati perokok? Untuk berhenti merokok tentu ya?

Kalau belum pernah dan kebetulan ingin mencoba menasehati teman, rekan, atau saudara Anda yang perokok, ada baiknya mengetahui beberapa reaksi perokok kalau dinasehati.

Penting lo! Karena niat baik terkadang tidak selalu berakhir dengan baik pula. Bisa saja yang respon dari mereka yang dinasehati tidak seperti yang diharapkan dan justru bisa merusak hubungan baik yang ada.

Sedikit pengetahuan tentang reaksi perokok kalau dinasehati, mungkin akan bisa membantu untuk mempersiapkan langkah antisipasinya.

Nah, ini dia.



Reaksi perokok kalau dinasehati

Tergantung pada sifat , karakter dari sang perokok serta kondisi , waktu, dan cara Anda menasehati, reaksi mereka akan bervariasi. Bisa menyenangkan, bisa juga tidak.


1. Tersenyum

Biasanya ini dilakukan kalau Anda mencoba menakuti perokok dengan berbagai teori kesehatan. Kalau cara yang dipilih adalah dengan merujuk pada berbagai hasil penelitian yang menekankan ribuan bukti bahwa merokok berbahaya, ada kemungkinan reaksi sang perokok hanya "tersenyum".

Perokok bukan orang bodoh, seperti yang banyak diduga kaum anti rokok. Mereka juga bisa membaca dengan baik. Tidak terhitung dari mereka yang gemar browsing di internet, bahkan untuk mencari segala sesuatu tentang kebiasaannya itu.

Tersenyum bisa diartikan banyak macamnya, salah satunya bisa berarti "Satu lagi orang sok pintar mencoba mengatur hidup gue!"

Be careful karena tersenyum bukan berarti mereka menerima. Mereka hanya bersikap sopan terhadap Anda.

2. Marah

Seorang suami perokok yang dinasehati oleh istrinya bisa jadi akan malah marah. Ia menganggap sang istri mengganggu kesenangannya.

Bisa jadi karena biasanya sang istri sudah belasan kali menasehati dan akhirnya sang suami merasa bosan dengan kecerewetan sang istri.

Apalagi kalau pemberian nasehat itu dilakukan saat ia sedang bersama teman-temannya, sesama perokok dan sedang menikmati rokok. Bila kemudian Anda datang dan memintanua untuk berhenti merokok, marah kemungkinan besar adalah reaksi yang akan didapat.

3. Meninggalkan Anda

Entah karena tidak mau berantem dengan Anda atau juga sudah malas mendengarkan, bisa saja perokok yang Anda nasehati langsung ngeloyor pergi tanpa pamit.

Mereka pikir ini cara terbaik untuk menghindari konflik. Bisa juga karena mereka malas menghadapi orang yang dianggapnya "sok pintar dan sok ngatur".

Yang manapun pergi tanpa banyak omong merupakan salah satu reaksi perokok kalau dinasehati.

4. Mengajak berdebat

Seperti sudah disebut di atas, perokok bukan berarti orang bodoh. Mereka sama seperti Anda juga dan sering mencari informasi.

Bedanya kalau Anda mencari informasi tentang kejelekan merokok, mereka sebaliknya. Perokok akan mencari informasi untuk membantah nasehat yang Anda berikan.

Kalau Anda tidak siap, bisa jadi bumerang bagi Anda. Perokok bisa lebih sengit dan keras dalam berdebat.

Persiapkan informasi dan argumen yang banyak kalau hendak menasehati seorang perokok. Buang pendapat bahwa perokok adalah orang bodoh kalau tidak mau kalah dalam perdebatan tentang bahaya merokok.

5. Mengajak bercanda/mengalihkan pembicaraan

Biasanya akan dilakukan mereka yang dekat dengan Anda. Mau marah, nggak enak. Diam saja, bisa terus mendengar nasehat yang mereka sudah tahu isinya. Akhirnya mereka biasanya memberi kode dengan mengajak bercanda.

Tujuannya adalah memberi sinyal kepada yang menasehati untuk tidak memperpanjang pembicaraan di topik tersebut. Mereka tidak mau menyinggung, tetapi juga tidak mau mendengar lebih panjang.

Kalau sudah begini, terserah Anda. Mau meneruskan atau berhenti menasehati mereka.

6. Mematikan rokok

Biasanya terjadi kalau sang perokok adalah tamu dan Anda tuan rumah.

Kalau Anda mulai memberikan ceramah kesehatan tentang bahaya merokok, hal itu akan dianggap sebuah sinyal bahwa Anda sebagai tuan rumah tidak ingin sang perokok meneruskan aksinya.

Meskipun suami atau keluarga Anda tetap merokok, sang perokok tamu biasanya akan mematika  rokoknya. Ini adalah bentuk sopan santun bermasyarakat.

Ingat, menjadi perokok bukan berarti tidak tahu sopan santun. Banyak perokok juga peka terhadap lingkungan dan mereka akan menyesuaikan.

Cuma, mungkin anda akan bermasalah dengan suami atau keluarga Anda, yang juga merokok tadi. Mereka bisa saja tidak menerima tamunya diperlakukan seperti itu.

Kira-kira begitulah reaksi perokok kalau dinasehati. Mungkin bisa membantu Anda sebelum mencoba menasehati perokok di lingkungan terdekat Anda.

Saran saya, timing, tempat, cara, dan situasi akan memberikan hasil yang berbeda. Bagaimanapun  perokok adalah manusia juga yang punya rasa dan hati.

Monday, September 12, 2016

Mengenal Tar Dalam Rokok

Pada sebuah bungkus rokok, di bagian sisi sebelah kiri (atau kanan), biasanya akan ditemukan sebuah tulisan

  • Tar...Mg
  • Nikotin ... Mg
Setiap jenis rokok akan memiliki angka TAR yang berbeda. Hal itu bisa terlihat dari keterangan yang ada di bungkus rokok.

Banyak perokok yang tidak menyadari kalau kedua hal tersebut adalah berbeda. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Tar adalah kandungan nikotin yang terdapat pada rokok tersebut.



Padahal, keduanya berbeda.

Nikotin adalah jenis bahan kimia yang dihasilkan ketika daun tembakau kering yang dibakar.

Lalu apa itu TAR? Silakan lihat di bawah ini.

Mengenal Tar dalam rokok

Untuk ilustrasi, bolehkah saya bertanya, apakah Anda pernah melihat bagian filter dari sebuah rokok sebelum atau sesudah diisap. Contoh ini diberikan karena kalau menggunakan rokok kretek sulit untuk menggambarkannya.

Sebelum diisap (dibakar dulu tentunya), sebuah filter rokok biasanya berwarna putih bersih.


Bandingkan dengn setelah dihisap.


Bagian filternya akan terlihat berwarna kekuningan. Warna ini menunjukkan apa yang dimaksud dengan TAR.

Kalau dalam bahasa ilmiahnya, TAR adalah residu atau bahan tersisa yang dihasilkan sebagai hasil proses pembakaran sebuah rokok.

Dalam proses merokok, ternyata sebatang rokok bukan hanya menghasilkan nikotin dan memasukkannya ke dalam tubuh seorang perokok. Ia juga menyuplai beberapa jenis residu bahan kimia ke dalam tubuh.

Tar yang terkandung dalam sebatang rokok komposisinya sangat beragam karena juga terkandung dari komposisi bahan yang dipergunakan dalam sebuah rokok. Beberapa kandungan seperti amoniak, nitrogen, karbondioksida dan berbagai hal lain.

Tar terbentuk dari proses pembakaran yang merubah beberapa bahan kimia yang bersifat gas menjadi padat.

Mengapa Tar berbahaya?

Masuknya Tar ke dalam tubuh seorang perokok sangat berbahaya. Tentu saja karena Tar merupakan bahan kimia yang tidak seharusnya dimasukkan secara sengaja ke dalam tubuh.

Kehadiran tar dalam proses pernafasan berakibat buruk pada bulu-bulu halus di paru-paru. Bagian ini akan menghitam dan rusak. Hasil rusaknya bagian paru-paru ini menyebabkan berbagai jenis penyakit karena fungsi bulu-bulu halus ini adalah sebagai pelindung paru-paru dan penyaring udara.

Itulah mengapa Tar berbahaya bagi paru-paru.

Kategori Rokok berdasarkan TAR

Rokok sendiri sebenarnya memiliki kategori berdasarkan Tar yang dihasilkan. Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut

  • Rokok super ringan : kandungan tar 1-6 Mg
  • Rokok menengah : kandungan tar  lebih tinggi dari 6 tetapi lebih rendah dari 15 Mg
  • Rokok berat : kandungan tar di atas 15 Mg

 

Berapa tar yang masuk ke dalam tubuh seorang perokok setiap hari?

Tergantung.

Semakin banyak jumlah rokok yang diisap, maka semakin banyak kandungan tar yang masuk ke dalam tubuh. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa seseorang yang mengisap rokok sebanyak satu bungkus perhari akan memasukkan tar sebanyak satu cangkir kopi.

Kalau sehari menghabiskan 2 atau 3 bungkus maka jumlahnya tinggal dikalikan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kadar tar meningkat di bagian ujung rokok yang dekat filter. Hal ini disebabkan karena kondensasi atau penumpukan tar akan semakin lama dibakar akan semakin banyak.

Tar bukan aspal

Banyak kesalahpahaman tentang TAR. Masih banyak orang yang menganggap bahwa tar adalah aspal yang terbuat dari minyak.Tar itu seperti yang dijelaskan di atas dan tidak berkaitan sama sekali dengan bahan pembuat jalan tersebut.


Tuesday, September 6, 2016

Jangan Merokok Sambil Berkendara, Berbahaya!


Memang, tidak ada larangan atau aturan hukum yang secara eksplisit atau terang-terangan melarang merokok sambil berkendara. Sejauh yang saya tahu dan setelah menyusuri rimba internet, belum ada sebuah artikel atau tulisan yang menjelaskan apakah mengisap rokok sambil menyetir mobil atau mengendarai sepeda motor melanggar hukum atau tidak.

Belum ada. Kalau kebetulan Anda punya referensi mengenai hal itu, silakan berbagi dengan pembaca yang lain dengan menaruhnya di kolom komentar.

Meskipun demikian, sebagai sesama perokok (hingga saat tulisan ini dibuat, terus terang saya masih berlabel seorang perokok. Mudah-mudahan bisa segera berubah), boleh kah saya menyarankan untuk tidak melakukan itu lagi.

Bukan tidak ada alasan mengapa anjuran untuk tidak merokok sambil berkendara dibuat.

Silakan lihat alasannya di bawah ini.

Alasan untuk tidak merokok sambil berkendara

Tidak terlalu banyak, tetapi hal-hal ini bisa berakibat kurang baik bagi Anda dan orang lain. Ada juga alasan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum atau aturan.


1) Merokok sambil berkendara mengganggu konsentrasi

Mengemudi mobil atau motor membutuhkan konsentrasi. Hal itu tentu sudah Anda pahami dengan baik bukan.

Kesalahan atau kelengahan sedikit saja bisa berakibat fatal bagi diri sendiri atau orang lain.

Nah, sekarang kalau ada rokok di sela-sela jari kita, berarti ada satu tangan yang tidak terfokus memegang stang atau setir mobil. Hal ini jelas mengurangi bagian yang dibutuhkan selama berkendara untuk mengendalikan kendaraan.

Hal itu belum termasuk asap rokok yang bisa membuat mata perih dan menganggu penglihatan selama mengemudi. Kalau penglihatan pengemudi terganggu, hal tersebut bisa menyebabkan kendaraan tidak bisa dikendalikan dengan baik.

2) Membahayakan orang lain

Oh, iya, saya juga sadar bahwa masalah asap rokok bisa terbawa angin dengan membuka kaca mobil. Begitu juga kalau mengendarai motor, asap tidak akan jadi masalah karena pengendara motor berada di udara terbuka.

Tetapi, mungkin seperti yang Anda sudah sadari juga bahwa di ujung sebuah rokok yang sedang diisap, ada bara api. Iya kan?

Nah, dengan angin yang berhembus saat kendaraan bergerak, sangat mungkin bara api itu terbang ke belakang. Kalaupun bukan baranya, percikan api, terutama kalau rokok kretek, sangat mungkin terpercik kemana-mana.

Ada kemungkinan percikan itu mengenai pengendara lain atau orang yang kebetulan lewat. Bisa melukai? Yah, namanya api, jelas bisa melukai.

Efek lainnya, ya itu konsentrasi terganggu. Bukan konsentrasi Anda tetapi pengendara lain dan efeknya sama saja, kendaraan itu bisa hilang kontrol.

3) Melanggar aturan

Bingung ya. Tadi saya bilang tidak ada aturan dilarang merokok sambil berkendara, tetapi poin ke-3 ini justru mengatakan tentang melanggar aturan.

Memang benar, setahu saya tidak ada aturan hukum tentang merokok sambil berkendara. Tidak salah dan saya tetap mengatakan yang sama, hingga ada yang memberikan referensi tentang itu.

Meakipun demikian, jangan lupa bahwa merokok itu menghasilkan sampah. Abu rokok dan puntung rokok adalah dua jenis sampah yang selalu perokok hasilkan.

Sekarang, pertanyakan kemana sampah-sampah itu dibuang. Kalau di mobil, mungkin Anda akan menggunakan asbak, tetapi biasanya dengan kaca mobil dibuka, abu rokok akan dibuang ke jalan, begitu juga dengan puntungnya.

Kalau pemotor yang merokok sambil berkendara, maka tidaklah mungkin berhenti setiap selesai melakukan satu isapan atau untuk membuang puntung. Iya kan?

Masalahnya ada aturan atau hukum tentang membuang sampah. Yang ini jelas ada dan saya bisa pastikan ada aturan dan denda membuang sampah sembarangan.

Jadi, bukan merokoknya yang melanggar tapi efek sampingannya yang membuat merokok sambil mengemudi bisa menjadi sebuah pelanggaran hukum.

Ada sanksinya yah!

Dengan ketiga alasan inilah saya menyarankan untuk tidak merokok sambil berkendara. Lebih banyak bahayanya untuk sebuah hal yang tidak terlalu penting.

Ok lah kalau memang mulut sudah asem memang terkadang sulit dikontrol. Kalau situasinya seperti itu, hentikan dulu kendaraan Anda dan cari tempat untuk menikmati sebatang baru kemudian lanjutkan perjalanan.

Paling tidak, sebagai seorang perokok kita harus memastikan kegemaran kita tidak akan merugikan orang lain dan melanggar aturan.

Bukankah begitu Kawan?

Saturday, September 3, 2016

Wanita perokok tidak berbeda dengan perokok laki-laki, sama-sama menghisap rokok

Entah kenapa, kalau ada laki-laki membeli sebungkus rokok, pengunjung toko atau minimarket biasanya adem ayem saja. Tidak ada reaksi sedikit pun. Cuma kalau yang memesan sebungkus rokok itu, seorang wanita, langsung saja, semua mata langsung melirik kepada yang memberikan pesanan.

Padahal yang dibeli, ya sama saja, rokok. Yang berbeda paling banter mereknya saja. Kalau yang pembeli cewek biasanya lebih suka rokok dengan cita rasa mint, yang agak semriwing atau agak pedas itu.

Herannya, kenapa sampai sebegitunya, kalau wanita, perempuan, atau cewek yang berniat membeli rokok.

Adakah yang salah dengan mereka melakukan tindakan itu? Kenapa tiba-tiba semua memandang seperti melihat sesuatu yang menkajubkan? Kenapa juga tiba-tiba banyak yang berbisik-bisik tidak jelas?

Pandangan masyarakat terhadap wanita perokok

Kalau ditilik dari sejarahnya, sejak awal penggunaan tembakau dengan cara dihisap bukan hanya melibatkan kaum pria saja. Kaum wanita pun sudah ikut serta di dalamnya. Banyak dukun wanita di masa lalu menghisap tembakau persis kaum lelakinya.

Begitu pula ketika tembakau merambah Eropa beberapa abad yang lalu. Kaum wanita pun sudah ikut terpengaruh untuk mencicipinya.

Jadi, sebenarnya bukan sesuatu yang besar. Wanita sudah mengenal kegiatan menghirup asap tembakau sejak lama.

Meskipun demikian, biasanya, selain kegiatan bersifat ritual, mereka melakukannya di dalam ruang tertutup dan terpisah dari kaum laki-lakinya. Bukan karena tidak diperkenankan tetapi karena dalam banyak masyarakat, kedudukan dan kegiatan wanita agak dipisahkan dari kaum laki-lakinya.Apalagi di Indonesia dimana kedudukan wanita masih dianggap lebih rendah dari kaum pria di masa lalu.

Hasilnya, banyak tindakan mereka yang tidak terekspose ke dunia "luar".

Barulah ketika gerakan emansipasi di Indonesia mendobrak banyak kungkungan, dunia wanita yang dulunya tidak terlihat menjadi seperti ruangan yang tirainya dibuka, terlihat dari semua orang.

Masyarakat Indonesia menjadi seperti terkaget-kaget dengan apa yang mereka lihat dan kemudian membuat asumsi sendiri yang terkadang tidak sesuai dengan gambaran seutuhnya.

Salah satu yang membuat banyak lirikan terjadi kalau wanita merokok, atau sekedar membeli rokok saja adalah pandangan bahwa wanita perokok adalah wanita tidak baik. Yang sekali lagi merupakan bentuk asumsi yang kurang tepat.

Wanita perokok diidentikkan dengan wanita tidak baik

Salah satu penyebab tertanamnya pemikiran bahwa wanita perokok adalah wanita kurang baik adalah film.

Di masa tahun 1970-1980-an, banyak sekali adegan yang menggambarkan wanita sedang merokok, tetapi biasanya di tempat-tempat yang selalu diasumsikan sebagai tempat buruk, seperti night club dan kafe. Adegannya merokoknya pun terkadang didramatisir dengan minuman keras, mabuk, dan juga kegenitan ala wanita penghibur.

Hasilnya, tidak terasa, ada sebuah stigma yang melekat dalam banyak orang bahwa wanita perokok selalu identik dengan hal-hal berbau negatif. Wanita perokok akhirnya diidentikkan juga dengan semua hal negatif tersebut.

Padahal kenyataannya tidak demikian.

Banyak sekali tokoh wanita, baik politisi, bintang film hingga putri kerajaan pun merokok. Mereka bukan hanya orang baik-baik tetapi juga berprestasi, sebut saja Elizabeth Taylor, Nicole Kidman, Whoopi Goldberg, dan yang mungkin mengejutkan J.K. Rowling, sang pencipta Harry Potter juga seorang perokok. Kalau ditambah dengan Susi Pudjiastuti, Menteri Kemaritiman Indonesia, daftar wanita perokok akan semakin panjang.

Kesemuanya adalah wanita baik-baik.

Memang dewasa ini dengan perkembangan tehnologi yang semakin cepat, tirai dunia wanita semakin terbuka lebar. Mereka tidak lagi berada di belakang layar dan terpisah dari kaum prianya. Termasuk diantaranya para wanita perokok.

Sedikit demi sedikit, masyarakat sudah "menerima" atau tidak begitu terkejut lagi kalau melihat wanita merokok. Meskipun demikian sisa-sisa pemikiran masa lalu terkadang masih melekat kuat dalam diri banyak orang dan "stigma wanita perokok adalah wanita tidak baik", masih belum hilang sepenuhnya.

Wanita perokok tidak berbeda dengan pria perokok

Seperti yang dikatakan di atas, kecuali merek rokoknya tidak ada yang berbeda antara perokok wanita dan pria. Semuanya sama.

Coba  saja perhatikan

1) prinsip emansipasi, wanita memiliki hak yang sama dengan pria, termasuk diantaranya pilihan untuk merokok atau tidak

2) tidak ada aturan yang melarang wanita merokok

3) perokok wanita juga menghasilkan sampah, seperti abu dan puntung rokok. Meskipun biasanya lebih rapi, tetap saja mereka memproduksi sampah

4) wanita perokok menghisap asap rokok persis sama dengan pria perokok

5) wanita perokok bisa tahu aturan, bisa juga tidak, sama persis dengan pria yang merokok

Tidak ada yang membedakannya, selain jenis kelamin, dan mungkin jenis rokok yang diisapnya. Itu saja.

Lalu, mengapa harus memberi mereka lirikan khusus? Atau mengapa harus berbisik-bisik?  Karena pola pandang masyarakat yang masih belum bisa menempatkan mereka sama.

Itu saja masalahnya..

Bukan berarti saya mendukung wanita merokok. Justru, kalau bisa semua pria dan wanita, ya jangan merokok, berbahaya bagi kesehatan. Hanya kali ini, saya hanya mau bilang, wanita perokok itu sama dengan pria perokok, baik hak atau kewajibannya dalam hal merokok. Tidak berbeda.

Janganlah berprasangka buruk bahwa setiap wanita perokok berarti bukan orang baik hingga kita harus bergunjing setiap melihat mereka membeli rokok. Hasilnya, justru kita yang menjadi orang tidak baik karena berprasangka buruk kepada mereka.

Bukan begitu kawan?

Friday, September 2, 2016

Kalau Anak Anda Merokok, Apa Yang Anda Lakukan ?

Apa perasaan yang timbul ketika mengetahui kalau anak anda merokok juga seperti ayah atau ibunya? Tindakan apa yang akan diambil?

Pertanyaan konyol?

Tidak juga justru sangat logis mengingat perkembangan dewasa ini. Pergaulan di tingkat anak-anak berkembang sedemikian rupa sehingga terkadang seperti lepas dari kontrol para orangtua.

Merokok adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi di kalangan remaja, bahkan anak-anak sekalipun. Atas dasar alasan inilah, pemerintah berniat menaikkan cukai untuk rokok agar harganya menjadi semakin tak terjangkau, paling tidak untuk anak-anak dan remaja.

Meningkatnya jumlah perokok pemula berusia muda memang menimbulkan kecemasan tidak terkira di kalangan orangtua. Termasuk saya, yang notabene masih seorang perokok, hingga tulisan ini dibuat.

Curang yah, saya yang seorang perokok ternyata khawatir dan sepertinya tidak mau kalau anak saya sendiri merokok.

Tak apalah. Silakan saja menyebut saya curang. Bagaimanapun, saya selain seorang perokok juga tetap orangtua dari seorang anak yang sedang beranjak remaja. Tugas dan wewenang saya adalah melindunginya dari berbagai hal yang mungkin merugikan bagi dirinya hingga saatnya ia bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.

Apakah rokok termasuk bisa merugikan?

Perokok tidak bodoh. Mereka menyadari banyak keburukan yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan merokok, terutama dalam hal kesehatan. Itu sangat disadari.

Jadi, untuk sementara ini, saya tetap ikut dalam rombongan orangtua untuk ikut khawatir terhadap kemungkinan rokok memasuki kehidupan si bocah kesayangan terlalu dini.

Kata terakhir saya tebalkan karena hal itu akan menjelaskan tentang apa yang akan saya lakukan kalau anak kesayangan saya ternyata ketahuan merokok.

Apa yang akan saya lakukan kalau anak saya merokok?

Sebelum saya bertanya kepada Anda, rasanya fair kalau saya yang mengajukan topik untuk mengatakan pandangan kalau anak saya, tentunya, ketahuan merokok.

1) Kalau terjadi saat sekarang

Kalau ia merokok sekarang saat usianya masih di bawah 18 tahun, maka yang akan saya lakukan adalah menegurnya. Ya menegurnya.

Kemungkinan besar, sama dengan yang akan Anda katakan, bahwa saya berbuat curang karena saya juga seorang perokok.

Tidak apa. Resiko yang harus diterima.

Justru dari situ, saya akan menjelaskan bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatannya. Merokok akan bisa membuat kesehatannya terganggu dan kalau tergganggu, maka masa depannya bisa terancam.

Lagipula, peraturan hukum, PP no 109/2012 menempatkan anak-anak sebagai mereka yang harus dilindungi dari bahan-bahan adiktif dimana rokok adalah salah satunya. Siapapun dilarang menjual dan memberikan secara cuma-cuma rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun. Jadi, sesuai aturan, maka seorang anak tidak diperkenankan merokok. Ingat ya, menjadi perokok tidak membuat seseorang menjadi tidak tahu aturan.


Belum ditambah dengan kenyataan uang yang dipakai untuk membeli itu masih diminta dari saya, orangtuanya. Hal itu berarti masih ada hak dan wewenang orangtua untuk mengatur penggunaannya.

Ya, memang terlihat curang.

Tetapi harus dipisahkan kenyataan kalau saya seorang perokok dan orangtua. Tugas tetap tugas dan tugas orangtua adalah menjauhkan ancaman atau sesuatu yang dianggap berbahaya dari anak-anak.

2). Kalau sudah berusia 18 tahun

Bagaimana kalau sudah mencapai usia 18 tahun?

Akan banyak perdebatan. Dalam usia dimana ia sudah merasa dewasa, tentunya akan semakin sulit berbicara kalau ayahnya sendiri masih tetap melakukan sesuatu yang dianggapnya buruk. Seorang anak dengan usia yang sudah dianggap dewasa oleh hukum, tentu sadar tentang hak dan kewajibannya.

Kalau ayahnya boleh merokok, mengapa anaknya tidak boleh?

Sesuatu yang akan sulit dijelaskan.

Meskipun demikian, tawar menawar bisa dilakukan. Meskipun ia sudah berusia 18 tahun, tetapi tentunya, seperti anak Indonesia kebanyakan, ia masih akan tinggal di rumah bersama ayah dan ibunya. Biaya bersekolah pun kebanyakan masih berasal dari orangtuanya.

Oleh karena itu, saya akan menekankan, walau akan disebut curang, bahwa selama uang yang didapatnya masih berasal dari saya sebagai orangtua, maka tetap ada hak orangtua untuk mengaturnya. Ia masih harus mematuhi aturan yang ada di rumah dimana saya masih sebagai kepala keluarganya.

Like or not.

Dikatakan curang akan tetap menjadi resiko yang harus diterima dan dihadapi, mengingat saya adalah seorang perokok (mudah-mudahan saat itu sudah berhenti, jadi lebih mudah bernegosiasinya).

3) Kalau sudah berusia 21 tahun dan sudah memiliki pemasukan sendiri

Kalau anak saya diketahui merokok pada saat usia 21 tahun dan sudah memiliki pemasukan sendiri, maka yang akan saya lakukan (kalau saya masih merokok saat itu ya) adalah saya akan mengeluarkan rokok dan merokok bersamanya.

Usia dua puluh satu tahun haruslah sudah dianggap dewasa dan bisa mempertimbangkan benar atau salah, baik atau buruk dengan logika yang baik. Kematangannya sudah lebih baik dan stabil. Oleh karena itu, saya harus bisa mempercayainya dan memberikannya kebebasan dalam menentukan hidupnya sendiri.

Bad or good.

Itu adalah pilihannya. Saya harus menghormatinya.

Pernah tahu tokoh  tokoh Nick Naylor yang diperankan oleh Aaron Eckhart dalam film "Thank You fr Smoking"?  Kalau belum, silakan cari filmnya, bagus dan berbobot sebagai sebuah film bertema sitkom (situasi komedi) atau satire. Film ini pernah menjadi box office pada tahun 2006-2007 dan menghasilkan uang 3 kali lipat dari biaya pembuatannya.

Tokoh Nick Naylor, seorang pelobi dari industri rokok, dalam satu adegan ditanya " Apa yang akan Anda lakukan ketika anakmu minta merokok?"

Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, sebagai pelobi dari industri rokok besar, pertanyaannya adalah sebuah dilema. Kalau ia mencegah, maka berarti membenarkan bahwa rokok itu berbahaya bagi semua orang dan juga menempatkannya pada posisi seorang yang CURANG. Kalau dijawab mendukung, secara moral dan hukum ia akan salah karena membiarkan anak-anak di bawah umur yang berada dalam wewenangnya berdekatan dengan sesuatu yang bisa berefek buruk.

Jawabannya.

"Kalau ia sudah berusia 18 tahun, maka dengan senang hati saya akan memberikannya sebungkus rokok"
Sebuah jawaban yang menurut saya memang sudah seharusnya. Ketika secara hukum ia sudah dianggap dewasa, maka kita pun harus menghargai apapun keputusannya tentang dirinya.


Bagaimana dengan Anda kawan? Apa yang akan Anda lakukan ketika anak anda merokok?

Bisa share disini?