Showing posts with label Fakta. Show all posts
Showing posts with label Fakta. Show all posts

Wednesday, October 19, 2016

Betulkah Harga Rokok di Indonesia Lebih Murah Dibandingkan di Luar Negeri?


Setiap tahun, perdebatan tentang rokok selalu terjadi pada saat pemerintah hendak menaikkan cukai barang yang satu ini. Yang paling santer gaungnya adalah suar dari kaum anti rokok.

Dari tahun ke tahun, mereka tak hentinya menyuarakan agar pemerintah menaikkan harga rokok setinggi mungkin. Mereka berpendapat bahwa harga rokok di Indonesia lebih murah dan terlalu rendah dibandingkan di "luar negeri".

Mereka berpendapat bahwa murahnya harga rokok inilah yang menyebabkan rakyat Indonesia gemar mengisap lintingan tembakau ini. Oleh karena itu, mereka selalu tak putusnya menyerukan agar harga rokok dinaikkan setinggi-tingginya, setiap tahunnya.

Pertanyaannya betulkah harga rokok di Indonesia lebih murah dibandingkan negara-negara lain?

Jawabnya ternyata, Tergantung! Bisa ya, bisa tidak. Kesemuanya tergantung negara mana yang dijadikan perbandingan karena "luar negeri" itu luas sekali dan ada ratusan negara.

Kalau diambil contoh rokok Marlboro dengan isi 20 batang, maka jawabannya bisa terlihat di bawah ini.


  • Australia - $ 16/bungkus
  • New York (Amerika Serikat) - $ 12/bungkus
  • Kentucky (Amerika Serikat) - $ 5-6/bungkus
  • Pakistan - $ 0.98/bungkus
  • Indonesia - $ 1.5/bungkus (kurs US$ 1 = Rp. 13.000.-)

Jadi, klaim kaum anti rokok bahwa harga rokok di Indonesia lebih rendah dibandingkan di luar negeri, bisa betul dan bisa salah.

Kira-kira apakah betul harga rokok yang mahal akan membuat orang berhenti merokok?

Silakan analisa dan terjemahkan fakta berikut ini.

Dengan harga yang 4 kali lipat hingga 8 kali lipat harga di Indonesia, TERNYATA masih tetap banyak orang yang merokok. CDC, Center for Diseases Control and Prevention, badan pemerintah yang bertugas mengawasi penyebaran penyakit di Amerika Serikat mencatat (tahun 2014) lebih dari 40 juta orang dewasa di negara Paman Sam tersebut merokok. Belum termasuk yang di bawah umur karena dalam datanya, perokok yang tercatat berusia 18 tahun ke atas (dewasa)

Sedangkan data perokok Indonesia, tahun 2013, adalah 58 juta orang termasuk perokok di bawah umur.

Monday, September 12, 2016

Mengenal Tar Dalam Rokok

Pada sebuah bungkus rokok, di bagian sisi sebelah kiri (atau kanan), biasanya akan ditemukan sebuah tulisan

  • Tar...Mg
  • Nikotin ... Mg
Setiap jenis rokok akan memiliki angka TAR yang berbeda. Hal itu bisa terlihat dari keterangan yang ada di bungkus rokok.

Banyak perokok yang tidak menyadari kalau kedua hal tersebut adalah berbeda. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Tar adalah kandungan nikotin yang terdapat pada rokok tersebut.



Padahal, keduanya berbeda.

Nikotin adalah jenis bahan kimia yang dihasilkan ketika daun tembakau kering yang dibakar.

Lalu apa itu TAR? Silakan lihat di bawah ini.

Mengenal Tar dalam rokok

Untuk ilustrasi, bolehkah saya bertanya, apakah Anda pernah melihat bagian filter dari sebuah rokok sebelum atau sesudah diisap. Contoh ini diberikan karena kalau menggunakan rokok kretek sulit untuk menggambarkannya.

Sebelum diisap (dibakar dulu tentunya), sebuah filter rokok biasanya berwarna putih bersih.


Bandingkan dengn setelah dihisap.


Bagian filternya akan terlihat berwarna kekuningan. Warna ini menunjukkan apa yang dimaksud dengan TAR.

Kalau dalam bahasa ilmiahnya, TAR adalah residu atau bahan tersisa yang dihasilkan sebagai hasil proses pembakaran sebuah rokok.

Dalam proses merokok, ternyata sebatang rokok bukan hanya menghasilkan nikotin dan memasukkannya ke dalam tubuh seorang perokok. Ia juga menyuplai beberapa jenis residu bahan kimia ke dalam tubuh.

Tar yang terkandung dalam sebatang rokok komposisinya sangat beragam karena juga terkandung dari komposisi bahan yang dipergunakan dalam sebuah rokok. Beberapa kandungan seperti amoniak, nitrogen, karbondioksida dan berbagai hal lain.

Tar terbentuk dari proses pembakaran yang merubah beberapa bahan kimia yang bersifat gas menjadi padat.

Mengapa Tar berbahaya?

Masuknya Tar ke dalam tubuh seorang perokok sangat berbahaya. Tentu saja karena Tar merupakan bahan kimia yang tidak seharusnya dimasukkan secara sengaja ke dalam tubuh.

Kehadiran tar dalam proses pernafasan berakibat buruk pada bulu-bulu halus di paru-paru. Bagian ini akan menghitam dan rusak. Hasil rusaknya bagian paru-paru ini menyebabkan berbagai jenis penyakit karena fungsi bulu-bulu halus ini adalah sebagai pelindung paru-paru dan penyaring udara.

Itulah mengapa Tar berbahaya bagi paru-paru.

Kategori Rokok berdasarkan TAR

Rokok sendiri sebenarnya memiliki kategori berdasarkan Tar yang dihasilkan. Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut

  • Rokok super ringan : kandungan tar 1-6 Mg
  • Rokok menengah : kandungan tar  lebih tinggi dari 6 tetapi lebih rendah dari 15 Mg
  • Rokok berat : kandungan tar di atas 15 Mg

 

Berapa tar yang masuk ke dalam tubuh seorang perokok setiap hari?

Tergantung.

Semakin banyak jumlah rokok yang diisap, maka semakin banyak kandungan tar yang masuk ke dalam tubuh. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa seseorang yang mengisap rokok sebanyak satu bungkus perhari akan memasukkan tar sebanyak satu cangkir kopi.

Kalau sehari menghabiskan 2 atau 3 bungkus maka jumlahnya tinggal dikalikan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kadar tar meningkat di bagian ujung rokok yang dekat filter. Hal ini disebabkan karena kondensasi atau penumpukan tar akan semakin lama dibakar akan semakin banyak.

Tar bukan aspal

Banyak kesalahpahaman tentang TAR. Masih banyak orang yang menganggap bahwa tar adalah aspal yang terbuat dari minyak.Tar itu seperti yang dijelaskan di atas dan tidak berkaitan sama sekali dengan bahan pembuat jalan tersebut.


Monday, August 15, 2016

Bahaya Puntung Rokok Bagi Lingkungan dan Manusia

Bahaya Puntung Rokok

Banyak orang berbicara betapa berbahayanya rokok bagi kesehatan. Mereka berbicara bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit ini dan itu, dan bahkan dapat membahayakan orang di sekitarnya. Sayangnya, terutama di Indonesia, mereka tidak ikut mengkampanyekan tentang bahaya dari puntung rokok.

Iya. Memang. Saya melihat cukup banyak artikel membahas panjang lebar tentang berbagai keburukan rokok. Sayangnya hanya terfokus pada masalah penderitaan dalam bentuk penyakit yang diidap manusia.

Padahal masih ada efek negatif lain, yang tidak kalah berbahayanya, yang hadir dari yang namanya puntung rokok.

Benda ini dapat menimbulkan banyak hal negatif kalau tidak ditangani dengan benar. Sesuatu yang sayangnya masih belum menjadi fokus utama di negara Indonesia.

Mengapa puntung rokok berbahaya? Coba kita lihat beberapa hal berikut ini.

Produksi Puntung Rokok Dunia

Berapa kira-kira puntung rokok yang dihasilkan oleh semua perokok, termasuk saya, di dunia selama setahun?

Banyak. Sangat banyak malah.

Setiap tahun diperkirakan jumlah puntung rokok yang dibuang mencapai 4.7 trilyun. Kalau dihitung berat, maka berat totalnya sekitar 850 juta kilo atau 850.000 ton.

Sebagai perbandingan, kapal induk terbesar Amerika dari kelas Nimitz, memiliki bobot sekitar 90-100 ribu ton saja. Kapal perang Indonesia dari kelas Sigma, berkisar 3000 ton.

Jadi ukuran totalnya sama dengan hampir 300 kapal perang kelas Sigma atau 9 buah kelas Nimitz. Padahal kapal kelas Nimitz ini mampu membawa hampir 100 pesawat tempur dan 6000 orang awak.

Sangat banyak!

Padahal ukuran benda yang biasa nempel di mulut perokok ini tidak panjang. Ukurannya hanya sekitar 1-3 cm saja.

Bahan Pembuat Puntung Rokok

Kalau di Indonesia ada dua jenis, tergantung apakah rokok kretek atau filter.

Kalau rokok kretek biasanya adalah kertas dan isi rokok, tembakau dan lain-lain. 

Nah, kalau yang berfilter, isinya adalah asetat berbentuk serat dan kertas.

Yang kedua ini yang paling banyak di dunia karena rokok kretek hanya dikenal di Indonesia.


Bahaya Puntung Rokok

Bahaya untung rokok dimana?

Pertanyaan yang bagus, karena dua bagian di atas hanya berbicara soal data dan fakta saja. Belum terlihat sama sekali adanya bahaya puntung rokok di dalam bagian itu.

Mari kita coba lihat satu persatu. Jangan dilupakan beberapa data yang sudah disebutkan di bagian atas.

1) Asetat Berbentuk Serat tidak bisa terurai secara biologis

Yak. Itu kenyataannya.

Filter yang terdapat dalam puntung rokok bukanlah bahan alami dari alam. Asetat berbentuk serat ini juga dipergunakan dalam berbagai industri, termasuk diantaranya industri perfilm-an.

Meskipun wikipedia.org menuliskan bahwa asetat jenis ini dapat terurai secara biologis, tetapi ternyata banyak sekali penelitian mengatakan bahwa bahan ini tidak bisa terurai.

Bayangkan saja, kebanyakan puntung rokok dibuang tidak secara benar dan seenaknya. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, perokok cenderung menggampangkan untuk membuang sisa rokok itu.

2. Puntung rokok itu "beracun"

Bahaya Puntung Rokok

Bukan dalam artian kalau yang menyentuhnya mati keracunan, tetapi kalaupun terurai, maka akan menghasilkan racun atau bahan berbahaya seperti cadmium dan arsenic.

Jumlahnya memang kecil dan bisa dinafikan kalau hanya satu, tetapi silakan bayangkan sendiri kalau jumlahnya mencapai 850.000 ton.

Berapa banyak zat berbahaya yang akan ada di dalam tanah kalau setiap tahunnya, jumlah puntung rokok sebanyak itu dilemparkan secara sembarangan.

Hal itu bisa mempengaruhi kesuburan tanah.

Ini puntung rokoknya saja, padahal mayoritas perokok tidak akan menghisap tembakau sampai bagian dimana ada filternya. Mereka berhenti sampai beberapa mili sebelum api menyentuh filternya.

Nah, kandungan tembakau dari puntung rokok sendiri tidak kurang berbahaya. Bagian ini tetap mengandung konsentrasi nikotin dan yang lainnya.

Bahayanya tidak berbeda dengan bagian filternya sendiri.

3) Bisa tertelan secara tak sengaja
Tentu bukan oleh para perokoknya. Kalau mereka melakukan itu, mereka akan menjadi perokok terbodoh di dunia.

Binatang, seperti ikan, penyu dan lain sebagainya, terutama makhluk air sering menganggapnya sebagai makanan. Jadi mereka akan menelannya kalau menemukannya.

Kalau digabungkan dengan sifat filter puntung rokok yang susah terurai dan beracun, maka benda ini menjadi sangat berbahaya bagi satwa. Banyak kematian satwa ditemukan yang tak bernyawa karena menelan puntung rokok.

Bagaimana dengan puntung rokok kretek? Kan tidak ada filternya, hanya tembakau saja.

Kalau yang ini, boleh saya tanyakan sedikit? Tahukah Anda bagaimana melepaskan lintah yang menempel?

Selain garam, rendaman air tembakau/rokok merupakan sesuatu yang bisa membuat lintah melepaskan gigitannya.

Karena kenyataannya, bagiam in mengandung nikotin yang cukup tinggi pula. Berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa sebuah puntung rokok bisa mencemari air hampir 2 gallon.

Kalau direndam pada air dimana ikan terdapat di dalamnya, maka secara perlahan ikan itu akan mati.

Selain oleh hewan kecil, ternyata puntung rokok pun termasuk benda yang sering tertelan oleh anak kecil. Di Amerika tercata ada 146 kasus, setidaknya dimana puntung rokok ditelan oleh anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun.

Hasilnya, anak-anak tersebut muntah-muntah.

Ini menunjukkan sisi lain kalau puntung rokok pun bisa berbahaya bagi manusia secara langsung.

4) Penyebab kebakaran

Keteledoran membuang puntung rokok sembarangan tercata menyebabkan 900 orang kehilangan nyawa setiap tahunnya di Amerika Serikat. Seratus diantaranya adalah anak-anak dan non perokok.

Tercatat pula, 2,500 orang terluka karena kebakaran yang disebabkan oleh puntung rokok menyala yang dibuang.

Sebuah angka yang sangat tinggi di sebuah negara yang sangat ketat peraturan keselamatannya. Bayangkan di Indonesia yang sangat longgar? Untungnya di Indonesia, tidak ada catatan seperti ini, jadi bahaya puntung rokok "tidak terlihat" aloas tidak ada.

Bahaya puntung rokok yang dibuang sembarangan pun bisa dilihat di banyak berita televisi dimana ribuan hektar hutan dan lahan terbakar habis. Terkadang apinya sangat sulit dipadamkan selama berhari-hari.

Biasanya terjadi karena seseorang membuang puntung rokok secara sembarangan terutama pada saat musim kering dimana tanaman meranggas dan mudah terbakar.

Kebakaran yang disebabkan puntung rokok di negara Paman Sam tercatat menimbulkan kerugian sekitar 6 Milyar Dollar atau 78 trilyun rupiah setiap tahunnya.

Sebuah jumlah yang sangat besar.

5) Berbahaya buat "kantung"


Tidak langsung mengenai si perokok. Kecuali kalau si perokok membuang puntung rokok sembarangan dan tertangkap basah petugas, maka itu bisa membuatnya harus membayar denda yang lumayan.

Masalahnya, kebanyakan puntung rokok yang dibuang sembarangan jarang diketahui petugas. perokok lebih pandai dalam melakukannya dibandingkan petugasnya.

Hasilnya, banyak sekali puntung rokok bertebaran dan mengotori lingkungan.

Siapa yang membersihkannya?

Banyak gedung atau fasilitas umum, salah satunya PT KAI Commuter Jabodetabek, memiliki petugas khusus yang bertugas membersihkan sampah-sampah puntung rokok tersebut. Mereka berbekal sapu dan serokan sampah menyapu puntung-puntung tersebut untuk dibuang ke tempatnya.

Nah, walau tidak terlihat, petugas itu pun harus dibayar, dengan uang tentunya.

Inilah biaya yang tidak terlihat dari sebuah puntung rokok.

Berbagai institusi di Amerika Serikat menyebutkan bahwa ongkos untuk memunguti puntung rokok dari taman-taman dan tempat lainnya berada di antara $ 27.000-150.000 setahunnya. Kalau di Indonesia "tidak ada" bukan karena tidak ada biaya yang keluar, tetapi karena memang tidak ada catatan dan penelitian terkait biaya membersihkan puntung rokok.

Padahal kalau dihitung sederhana saja, seorang petugas menurut UMR harus dibayar Rp. 3 juta setiap bulannya tidak termasuk lembur dan lainnya. Dikalikan saja dengan 12 bulan + 1 bulan Tunjangan Hari Raya, maka akan didapatkan 39 juta rupiah setahun hanya untuk memunguti puntung rokok.

Jumlah yang besar dan seharusnya bisa dipakai untuk fasilitas lain.

Nah, kira-kira itulah berbagai bahaya puntung rokok.

Oleh karena itu kalau semua perokok tahu aturan, seperti yang sudah dituliskan pada artikel 10 Tips Menjadi Perokok Tahu Aturan, setidaknya kita bisa mengurangi semua jenis bahaya ini.

Bukan begitu, Kawan?

Saturday, August 13, 2016

Mengenal Sekilas Sejarah Tembakau Dan Rokok = Bagian #1


Berbicara tentang rokok, tidak mungkin terlepas dari yang namanya tembakau. Meskipun pada saat ini sudah banyak rokok elektrik, tetapi rasanya tetap sulit untuk memisahkan kata rokok dengan tembakau.

Hampir tidak mungkin malah, paling tidak menurut saya.


Sejarah perjalanan penggunaan tembakau dalam kehidupan umat manusia adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang. Perjalanan yang sudah ada sejak berpuluh abad yang lalu.

Coba kita lihat sekilas saja perjalanan sang bahan utama rokok ini.


Asal Muasal Tembakau

Tembakau merupakan tanaman yang berada pada keluarga yang sama dengan terong, Solanaceae.

Dalam keluarga tembakau sendiri sebenarnya terdapat kurang lebih 70 spesies.

Ada dua spesies yang bisa dikata mendunia dan menyebar ke seluruh dunia penggunaannya, yaitu Nicotiana Tabacum dan Nicotiana Rustica.

Tanaman ini merupakan tanaman asli benua Amerika dan pertama kali ditemukan keberadaannya di bagian Utara dan Selatan benua Amerika.

Kapan Tembakau ditemukan?

Bisa Anda tebak kapan pertama kali tanaman ini diperkirakan mulai ditemukan?

Nah, menurut para ahli besar kemungkinan tembakau mulai tumbuh di dunia pada 6000 tahun Sebelum Masehi.

Enam ribu tahun Sebelum Masehi. Kira-kira sekitar 80 abad yang lalu.

Penanaman tembakau oleh manusia diperkirakan dimulai sekitar 1400 - 1000 tahun Sebelum Masehi.

Penemu dan Penggunaan Tembakau

Penanaman tembakau pertama kali dilakukan oleh suku asli benua Amerika, Indian.

Mereka menanamnya, pada saat itu bukanlah sebagai sebuah kesenangan. Di kala itu, tembakau dipergunakan secara khusus untuk upacara keagamaan dan juga sebagai obat.

Pada masa itu tembakau dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penggunaannya mulai dari untuk menutupi luka, mengurangi rasa sakit, dan bahkan menyembuhkan sakit gigi.

Kenyataannya, tembakau sebagai obat masih terus dipercaya hingga hampir 3000 tahun kemudian. Ketika tembakau masuk ke Eropa, penduduk benua biru di masa itu pun mengisap tembakau karena percaya bisa menyembuhkan penyakit.

Seseorang bernama Nicola Monardes, seorang dokter berkebangsaan Spanyol di tahun 1571 pernah menulis buku tentang tembakau yang bisa menyembuhkan 36 jenis penyakit.


Penyebaran Tembakau di dunia



Kalau Anda mau menyalahkan seseorang sebagai penyebar kebiasaan merokok, mungkin bisa ditimpakan pada penemu Benua Amerika, Christopher Colombus.

Dalam perjalanannya ini, ia ditawari untuk mencoba tembakau yang sudah dikeringkan. Beberapa pelaut yang bersamanya kemudian membawa bibit tembakau, yang berukuran kecil, ke Eropa. Sejak itulah tembakau ditanam di seluruh dunia dan bukan hanya di benua Amerika saja.

Perkembangannya sangat pesat di Eropa dan dimana-mana orang mulai terbiasa mengisap asap atau mengunyah tembakau.

Pesatnya penggunaan tembakau di masa itu menjadikannya sebuah komoditi yang sangat berharga. Harganya sebanding dengan harga emas.

Rokok

Memang mengisap daun tembakau yang dikeringkan sudah dilakukan sejak lama. Tetapi, bentuknya belum berupa rokok seperti yang dikenal sekarang ini. Biasanya dalam bentuk daun kering yang digulung atau dengan memakai pipa/cangklong.

Bentuk rokok yang dikenal sekarang baru mulai dijual secara komersial pada abad ke-19, tepatnya di tahun 1865. Seorang bernama Washington Duke memperkenalkannya kepada publik dan menjualnya kepada tentara Amerika saat Perang Saudara Utara-Selatan berlangsung.

Saat itu rokok masih digulung dengan tangan.

Penyebaran tembakau dalam bentuk rokok semakin populer ketika James Bonsack menemukan mesin pembuat rokok tahun 1881. Bekerja sama dengan anak dari Washington Duke, ia awalnya mampu memproduksi 120.000 batang rokok perhari.

Lima tahun kemudian, jumlahnya mencapai 1 milyar batang rokok pertahun.

Itulah sekilas tentang sejarah tembakau dan rokok.

------

Referensi :

History of Tobacco
History and Economics of Tobacco
The leaf that traveled the world 

Thursday, August 4, 2016

5 Jenis Sampah dan Polusi Yang Disebabkan Oleh Perokok


Maaf kawan. Bukan hendak memojokkan para perokok, tetapi memang begitulah faktanya, perokok itu menyumbang cukup banyak terhadap pencemaran lingkungan. Saya yang hingga kini masih merokok dan sedang berjuang berhenti pun merasakan hal itu.

Jadi, bukan karena menuduh atau menyalahkan kalangan ahli "isap" ini. Hanya saja ada cukup banyak bukti dan fakta yang mendukung pernyataan itu.

Tidak perlu lah kita terlalu teoritis dan bergelut dengan berbagai teori penelitian, cukup dari melihat keseharian saja. Hal itu sudah lebih dari cukup memberikan bukti.

Perhatikan saja beberapa hal yang dihasilkan dalam kegiatan merokok.

5 Jenis Sampah Yang Dihasilkan Perokok

Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan kepada sesama perokok, paling tidak ada 5 macam sampah yang akan diproduksi oleh seorang perokok dalam keseharian.

Memang semua orang menghasilkan kotoran atau sampah setiap harinya. Hanya, jenis-jenis sampah ini merupakan produk tambahan khusus dari kalangan perokok. Yang tidak merokok tidak akan menghasilkan sampah jenis berikut ini :


1. Puntung Rokok

Mau jenis rokok apapun, seahli apapun seseorang dalam merokol  mereka tidak akan menghabiskannya sampai ujung terakhir. Akan selalu tersisa yang disebut dengan puntung rokok, bagian sekitar 1.5 cm dari ujung yang diisap.

Bukan begitu?

Pernahkah terpikir berapa banyak puntung rokok dibuang setiap tahunnya di dunia? Milyaran?

Salah trilyunan!

Penelitian menunjukkan pada tahun 2007 saja produksi rokok dunia mencapai angka 5.6 juta batang. Kalau diasumsikan sebanyak itu pula yang dihabiskan, maka akan ada jumlah puntung rokok yang sama. (Lihat sumbernya di sini.

Gambaran kasar dari seberapa besar angka tersebut kira-kira berat total kalau dikumpulkan mencapai 1.1 milyar kilo atau 1.1 juta ton.


Puntung rokok
Ini hanya puntungnya saja. Bagian kapas filter dan belum termasuk tembakau dan lainnya yang belum habis dihisap.

Angka yang sangat besar bukan?

Sayangnya, karena ukurannya yang kecil membuat para perokok sering sembarangan membuangnya kemana saja. Bukan hanya di Indonesia saja masalah ini dihadapi. Di berbagai negara lain pun kebiasaan jelek melemparkan puntung rokok di sembaran tempat juga ditemukan.

Masalahnya, puntung rokok, terutama yang memakai filter adalah sampah yang berbahaya. Selain mengandung nikotin hasil proses merokok, kapas filter ini tidak bisa diuraikan secara biologis. Puntung rokok terbukti juga mencemari tanah dari bahan kimia yang dikandungnya.

Kalau para ahli kesehatan ribut membahas efek rokok pada tubuh manusia, para pemerhati lingkungan sangat khawatir dengan yang namanya puntung rokok ini.

2. Asap

Ah, cuma sedikit. Masak dianggap polusi?

Sedikit atau tidak bukan masalahnya. Toh, kenyataannya memang asap rokok pun mengandung komponen yang berbahaya bagi kesehatan.

Satu perokok, mungkim memang menghasilkan polusi yang kecil. Tetapi, berdasarkan World Health Organization, WHO, Organisasi Kesehatan Dunia, diduga 1.3 milyar orang merokok di muka bumi.

Angka ini kira-kira sama dengan 25% dari populasi penduduk bumi.

Menakjubkan.

Nah, bayangkan kalau setiap hari orang sebanyak itu mengisap satu bungkus rokok.

Tidak kah termasuk polusi udara.

Tentu saja dibandingkan industri, pabrik, kendaraan bermotor, volumenya jelas lebih sedikit. Tetapi, asap rokok tidak kalah berbahayanya dengan asap-asap lainnya.

Asap rokok ditengarai sebagai penyebab berbagai penyakit, mulai dari sekedar iritasi mata, hingga kanker. 

Semua orang bisa terkena efek dari asap rokok, bukan hanya para perokok, tetapi juga orang yang sering terpapar asap rokol pun beresiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

3) Abu Rokok

Asap rokok
Seorang perokok pasti juga menghasilkan sisa merokok lainnya, selain puntung, yaitu abu rokok.

Sisa pembakaran rokok ini memang tidak seberbahaya 2 yang di atas, tetapi jelas merupakan sampah.

Kebiasaan para perokok adalah kalau keinginan merokok timbul, mereka akan segera mencari tempat untuk melepaskan hajatnya itu. 

Masalahnya tidak setiap tempat memiliki asbak atau tempat untuk mereka membuang sisa pembakaran rokoknya. Hasilnya tidak jarang banyak tempat terlihat kotor karena tebaran abu rokok.

Sampah perokok jenis yang ini menyebabkan penyakit mata, yang menjadi sepet karena melihat lingkungan yang kotor.

4) Bungkus Rokok

Kecuali rokok yang Anda hisap adalah hasil meminta, Anda kemungkinan besar akan memproduksi satu jenis sampah lainnya.

Bungkus rokok.

Kenyataannya seorang perokok akan membuang satu bungkus kosong setiap harinya. Kalau Anda termasuk perokok berat, semakin banyak pula sampah dalam bentuk ini.

Masalahnya, beberapa bagian dari bungkus rokok terbuat dari plastik. Okelah sebagian besarnya kebanyakan kertas atau karton yang bisa terurai dengan mudah, tetapi plastil tidak.

Plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Bisa mencapai 10-20 tahun dan kemudian mencemari lingkungan.

Padahal, justru pembungkus plastiknya ini yang sering dibuang terlebih dahulu, dan sembarangan.

5) Bau


Bau memang bukan termasuk sampah. Meskipun demikian, bau bisa dianggap sebagai polusi.

Jadi, tak apalah dimasukkan ke dalam kategori polusi yang disebabkan perokok.

Dalam tulisan terdahulu, Kenyataannya rokok dan perokok menebarkan bau, sudah dijelaskan beberapa bau yang sering keluar dari seorang perokok. Kalau ingin tahu, silakan klik link tersebut.

Memang lebih ke arah personal, tetapi sulit dibantah bahwa rokol dan perokol berpotensi mengganggu orang di sekitarnya karena bau khas yang ditebarkannya.

Nah, kawan. Itulah kira-kira berbagai sampah dan polusi yang disebabkan oleh perokok.

Saya rasa meskipun kita sebagai perokok, kita bisa tetap berusaha menjadi orang yang sadar lingkungan. Berbagai polusi akibat perbuatan kita, saya masih perokok saat tulisan ini dibuat, bisa dikurangi kalau kita melakukan beberapa hal sederhana ini :

Puntung rokok
1. Manfaatkan bungkus rokok sebagai asbak. Kalau ada bungkus rokol kosong, jangan langsung dibuang. Masukkan ke dalam tas atau kantung agar bisa dipergunakan sebagai wadah abu dan puntung rokok kalau tidak ada asbak tempat sampah tersedia

2. Setelah itu jangan buang bungkus rokok di sembarang tempat. Menjadi perokol tidak berarti menjadi orang yang tidak tahu aturan. Buang di tempat sampah

3. Hindari merokok dimana ada tanda dilarang merokol atau ketika ada non perokok di antara kita. Teman atau kawan atau keluarga lebih penting

Itu saja kawa , semoga bermanfaat.